Selasa, 20 November 2012

PROSES FERMENTASI


PROSES FERMENTASI




Di susun oleh :
Nur Indah Sari
XII IPA 2
5488/16


SMA NEGERI 7 PURWOREJO
2011


BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Ragi ( fermipan) dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Pembuatan tempe dan tape (juga peuyeum) adalah proses fermentasi yang sangat dikenal di Indonesia. Proses fermentasi menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat berguna, mulai dari makanan sampai obat-obatan. Fermentasi yang sering dilakukan adalah proses tape, tempe, yoghurt, dan tahu.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah pengaruh perubahan metilin blue dan perubahan suhu terhadap proses fermentasi?
2.      Apakah hasil proses fermentasi?

C.     Tujuan
1.      Mengetahui proses fermentasi melalui perubahan warna metilin blue dan perubahan suhu.
2.      Mengetahui produk proses fermentasi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Fermentasi
 Kata fermentasi berasal dari Bahasa Latin yang berarti merebus . Arti kata dari Bahasa Latin tersebut dapat dikaitkan atau kondisi cairan bergelembung atau mendidih. Keadaan ini disebabkan adanya aktivitas ragi sepenuhnya ekstraksi buah-buahan atau biji-bijian. Gelembung gelembung karbondioksida dihasilkan dari katabolisme anaerobik terhadap kandungan gula.
Untuk beberapa lama fermentasi terutama dihubungkan atau karbohidrat, bahkan sampai sekarang pun masih sering digunakan. Sepenuhnya hal arti fermentasi tersebut lebih luas lagi, menyangkut juga perombakan protein dan lemak oleh aktivitas mikroorganisme.
 Dari uraian diatas dapat disarikan bahwa fermentasi mempunyai arti suatu proses terjadinya perubahan kimia sepenuhnya suatu substrat organik melalui aktivitas enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang mengasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. Akumulasi asam laktat inilah yang berperan dalam menyebabkan rasa kelelahan pada otot.
                            
Jenis-jenis fermentasi.
Fermentasi ada tiga, yaitu :
1. Fermentasi alkohol
Fermentasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan glukosa menjadi etanol (etil alkohol) dan karbondioksida. Organisme yang berperan yaitu Saccharomyces cerevisiae (ragi) untuk pembuatan tape, roti atau minuman keras.
Reaksi Kimia:
C6H12O6—————> 2 C2H5OH + 2 CO2 + 2 H2O + 2 ATP

2. Fermentasi asam laktat
Fermentasi asam laktat adalah respirasi yang terjadi pada sel hewan atau manusia, ketika kebutuhan oksigen tidak tercukupi akibat bekerja terlalu berat. Di dalam sel otot asam laktat dapat menyebabkan gejala kram dan kelelahan. Laktat yang terakumulasi sebagai produk limbah dapat menyebabkan otot letih dan nyeri, namun secara perlahan diangkut oleh darah ke hati untuk diubah kembali menjadi piruvat.
Reaksi:
C6H12O6  ————>  2  Asam Piruvat————>  2 Asam laktat + 2 ATP

3 Fermentasi asam cuka
Merupakan suatu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob. fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka (acetobacter aceti) dengan substrat etanol. Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob.
Reaksi:
C6H12O6—————> 2 C2H5OH———————————————> 2 CH3COOH + H2O + 116 kal  (glukosa)




BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.             Objek                          : Gula
B.              Sampel                                    : Larutan gula
C.              Lokasi                         : Laboraturium Biologi SMA N 7 Purworejo
D.             Waktu                                     : Selasa, 15 November 2011
E.              Variabel          
Ø    Variabel control          : Volume air
Ø    Variabel bebas             :  Massa gula
Ø   Variabel respon           : kenaikan suhu, perubahan volume air, perubahan warna metilin blue, warna dan rasa.
F.               Alat dan Bahan
1.               alat


·  erlen meyer (3)
·  thermometer
·  selang (2)
·  stopwatch
·  neraca
·  penutup Erlenmeyer
·  sendok kaca



2.               Bahan


·  Gula (210 gr)
·  Air panas (600 ml)
·  Fermipan
·  Metilin blue




G.    Langkah Kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan.
2.      Menimbang gula sebanyak 40 gr.
3.      Memberi label A, B dan C pada Erlenmeyer.
4.      Menuangkan gula pada Erlenmeyer A, menambahkan 100 ml air hangat, mengaduk larutan hingga larut, menambahkan fermipan pada larutan dan menutupnya dengan penutup Erlenmeyer.
5.      Mengisi Erlenmeyer B dengan air, meneteskan 2 tetes metilin blue pada larutan, mengaduknya hingga merata dan menutupnya dengan penutup Erlenmeyer.
6.      Mengisi Erlenmeyer C dengan air.
7.      Menset alat seperti gambar.






8.      Menjemur setting alat di bawah sinar matahari.
9.      Mengamati dan mengukur suhu dan H2O yang dihasilkan.
10.  Mengamati perubahan warna meeeetilin blue.
11.  Setelah warna hilang, mengamati aroma dan rasa dari Erlenmeyer A


H.    Data

NO
Kadar gula (gram)
Waktu (menit)
Perubahan
Suhu (celcius)
Warna metilin blue
Vol air
Jumlah gelembung
aroma
Rasa
1
10
165
1
Bening
+
+
+
+
2
20
110
4
Bening
+
++
++
++
3
30
165
4
Bening
+
++
++
++
4
40
145
4
Bening
+
+++
+++
+++
5
50
120
6
Bening
+
++++
++++
++++
6
60
80
6
Bening
+
+++++
+++++
+++++

Keterangan :
a.       Jumlah gelembung
+          : ada gelembung
++        : cukup banyak gelembung
+++      : banyak gelembung
++++   : sangat benyak gelembung
+++++ : sangat banyak sekali gelembung
b.      Rasa dan aroma
+          : agak manis / agak asam
++        : manis sedang / asam sedang
+++      : manis / asam
++++   : sangat manis / sangat asam
+++++ : sangat manis sekali / sangat asam sekali



I.       Analisis Data
a.       Waktu
Semakin banyak metilin blue yang diteteskan maka waktu yang dibutuhkan untuk perubahan metilin blue menjadi jernih lebih lama.
b.      Suhu
Semakin banyak massa gula yang dilarutkan maka semakin tinggi perubahan suhu yang dihasilkan.
c.       Volume air
Semakin banyak massa gula yang di larutksn maka semakin banyak penambahan volume yhang dihasilkan.
d.      Jumlah gelembung.
Semakan banyak massa gula yang dihasilkan maka semakin banyak gelembung yang di hasilkan.
e.       Aroma
Semakin banyak massa gula maka aroma alcohol yang di hasilkan semakin asam.
f.       Rasa
Semakin banyak massa gula maka rasa yang di hasilkan semakin manis.


BAB IV
PEMBAHASAN
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hydrogen. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.
Pada Erlenmeyer A di tuangkan gula (glukosa) sebagai bahan dari fermentasi alcohol. Massa gula sebagai bahan utama memberikan pengaruh yang jelas terhadap hasil proses fermentasi. Dengan massa yang semakin banyak maka hasil proses fermentasi semakin banyak pula waktu yang di perlukan untuk memudarkan metilin blue menjaadi bening (jika metilin blue yang di teteskan dalam jumlah sama) akan semakin cepat karena bahan dasar yang di larutkan lebih banyak dengan volume air yang sama. Massa gula juga berpengaruh terhadap kenaikan suhu. Semakin banyak massa gula, kenaikan suhu akan semakin tinggi. Selain itu, massa juga berpengaruh terhadap volume air yang di hasilkan dari proses fermentasi, jumlah gelembung, aroma dan rasa. Semakin banyak massa maka penambahan volume hasil fermentasi, jumlah gelembung, aroma dan rasa. Pada percobaan di gunakan air hangat karena proses fermentasi lebih cepat pada keadaan gelap dan hangat. Penjemuran set alat di bawah sinar matahari  di lakukan untuk mempertahankan kondisi hangat sehingga proses fermentasi akan lebih cepat daripada di lakukan di dalam ruangan.
Pada Erlenmeyer B di tambahkan metilin blue untuk membuktikan CO2 sebagai hasil fermentasi. Semakin cepat pudarnya warna air menandakan bahwa CO2 yang dihasilkan semakin banyak. Namun, pudarnya warna air bergantung pula dengan banyaknya metilin blue yang di teteskan pada air tersebut. Semakin banyak tetesan metilin blue maka semakin lama pudarnya warna air meskipun CO2 yang di hasilkan sama dengan CO2 yang di hasilkan oleh Erlenmeyer lain yang lebih sedikit di tetesi metilin blue.
Pada Erlenmeyer C hanya di isi dengan air saja bertujuan untuk menyeimbangkan tekanan yang terjadi pada Erlenmeyer A karena terjadinya perubahan suhu akibat di jemur di bawah sinar matahari.
Mengukur perubahan suhu yang terjadi di lakukan untuk membuktikan ATP sebagai hasil fermentasi karena ATP  hasil fermentai di ubah menjadi energy panas sehingga akan terjadi kenaikan suhu pada larutan gula sebagai bahan dasar fermentasi.
Bertambahnya H2O pada Erlenmeyer A menandakan bahwa fermentasi juga menghasilkan  H2O. H2O yang di hasilkan berupa gelembung-gelembung yang kemudian akan mencair menjadi air.
Pengamatan terhadap aroma dan rasa di lakukan untuk membuktikan bahwa fermentasi menghasilkan alcohol yang beraroma asam( seperti bau tape) dan rasanya manis asam.
Dalam penelitian ini, tidak di dapatkan selisih waktu dan suhu yang teratur seperti yang ada dalam teori karena dalam percobaan terjadi human error diantaranya
1.      Kurang teliti dalam pengukuran suhu
2.      Perbedaan metilin blue yang di teteskan dalam Erlenmeyer A.




BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Perubahan warna pada metilin blue dan suhu membuktikan bahwa fermentasi menghasilkan CO2 dan ATP
2.      Produk proses fermentasi adalah alcohol, CO2. H2O, dan ATP.

B.     Saran
Jika ingin meneliti maka kita harus :
1.      Mengamati suhu yang di tunjukkan oleh thermometer dengan seksama.
2.      Memperhatikan metilin blue yang di teteskan agar selisih waktu dan suhu yang di hasilkan teratur sehingga di dapatkan rumus yang sesuai antara selisih waktu san selisih suhu yang di hasilkan sesuai dengan teori yang ada.


Purworejo, 15 November 2011
            Praktikan
  )




DAFTAR PUSTAKA
www.google.com


1 komentar: